Minggu, 13 Maret 2011

laporan praktikum

Laporan praktikum cacing tanah
BAB I
1.1 Latar Belakang
Cacing tanah adalah organisme tanah yang lebih aktif pada malam hari, hidup pada tanah yang lembab dengan sirkulasi ucacing tanah udara yang bagus. Pada tanah berpasir dan kering, populasi cacing tanah yang sangat sedikit. Cacing tanah dalam berbagai hal mempunyai arti penting, misalnya bagi lahan pertanian. Lahan yang banyak mengandung cacing tanah akan menjadi subur, sebab kotoran cacing tanah yang bercampur dengan tanah telah siap untuk diserap akar tumbuh-tumbuhan. Cacing tanah juga dapat menigkatkan daya serap air permukaan. Lubang-lubang yang dibuat oleh cacing tanah meningkatkan konsentrasi udara dalam tanah. Disamping itu pada saat musim hujan lubang tersebut akan melipatgandakan kemampuan tanah menyerap air. Secara singkat dapat dikatakan cacing tanah berperan memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah agar tetap gembur.
Kemelimpahan cacing tanah pada suatu lahan dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik, keasaman tanah, kelembaban dan suhu atau temperatur. Cacing tanah akan berkembang dengan baik bila faktor lingkungan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi sistem pertanian manusia akhir-akhir ini yang tergantung penuh pada penggunaan bahan kimia telah mengusik habitat cacing tanah. Keseimbangan lingkungan akan rusak dan berantakan bila cacing tanah sampai mengalami kepunahan, apalagi bila itu akibat ulah manusia.
1.2 Tujuan Praktikum
• Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan cacing tanah.
• Mengetahui peranan cacing tanah
• Mengetahui gambar literatur cacing tanah beserta bagian-bagiannya
• Mengetahui morfologi dan ekologi cacing tanah
• Mengetahui kerugian dari aktivitas cacing tanah

BAB II
2.1 Jenis-jenis Cacing Tanah
• Cacing Anesik, merupakan cacing tanah yang biasanya lebih besar yang membangun lubang-lubang permanen dalam tanah dan muncul dipermukaan tanah hanya untuk menarik daun-daunan atau bahan organik lain kedalam lubang. Warna tubuhnya gelap dibagian atas (dorsal) dan terang dibawahnya (ventral).
• Cacing Epigeik, merupakan cacing tanah yang hidup pada bagian organik yang sedang membusuk tidak dalam tanah, dan tubuhnya berwarna gelap.
• Cacing Endogeik, adalah cacing tanah yang jarang muncul dipermukaan tanah. Beberapa janis cacing endogeik menghuni rhizosfer, daerah yang dekat dengan akar tanaman. Tempat dimana cacing tanah tersebut memakan tanah yang sudah diperkaya dengan akar, bakteri, dan fungi yang membusuk menjadi warna merah muda.
(Anonymous, 2010)
2.2 Gambar Organ Tubuh Cacing Tanah Dan Fungsinya
2.2.1 Gambar Organ Tubuh Cacing Tanah

2.2.2 Fungsi
• Prostomium, berfungsi untuk menggantikan fungsi mata ; untuk membedakan material berbahaya selama proses makan.
• Klitelum, terkait dengan produksi kokon
• Seta, untuk bergerak, mencengkram atau membantu proses perkawinan.
• Pereproct, berfungsi untuk membuang cast (kotoran) sebagai penyubur tanah dan membuat tanah menjadi gembur.
• Peristomium, berfungsi untuk membuat lubang saluran untuk tinggal menetap didalamnya.
(Anonymous, 2010)
2.3 Peranan Cacing Tanah
• Lubang cacing tanah untuk memperlancar aerasi dan drainase tanah.
• Mencampur dan menggranulasikan butir-butir tanah.
• Mengangkut bahan organik kebagian tanah yang lebih dalam
• Memantapkan agregasi tanah
• Meningkatkan ilfiltrasi
• Sebagai penghancur sersesah
• Memperbaiki struktur tanah.
(Soepardi, 1988)
2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Populasi Cacing Tanah.
• Cahaya (Temperatur)
Cacing tanah lebih senang hidup pada tanah-tanah yang lembab, tata udara baik, sekitar 21°C. Sinar matahari akan membunuh cacing tanah.
(Hardjowigeno,1987)
• Tekstur tanah
Pada tanah berpasir dan kering, populasi cacing tanah sngat sedikit. Cacing tanah lebih suka hidup pada tanah berlempung.
(Tim Dosen, 2008)
• Bahan Organik Tanah
Jika kandungan bahan organik tanah tinggi, maka jumlah populasi cacaing tanah juga tinggi, karena bahan organik tanah merupakan makanan bagi cacing tanah itu sendiri.
(Hardjowigeno,1987)
• Kelembaban Tanah
Cacing tanah hidup pada tanah yang lembab serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
(Hardjowigeno,1987)
• Ph tanah
Populasi cacing tanah lebih banyak ditemukan pada tanah yang memiliki pH tanah antara 5,0-8,4.
(Hardjowigeno,1987)
• Aerasi Tanah
Informasi tentang jumlah oksigen yang dibutuhkan masih belum banyak tersedia karena sulitnya memisahkan antara tingkat ketersediaan oksigen dengan faktor pembatas lainya.
(Handayanto, 2007)


BAB III
3.1 Metodologi Cacing Tanah
1. Pengambilan contoh tanah
• Contoh tanah entisol diambil dari suatu desa dan tanah alvisol diambil dari sebuah kebun. Tanah diambil dari beberapa tempat, secara acak pada kedalaman 0-30cm.
• Contoh tanah dicampur rata sesuai dengan jenisnya. Diayak dengan ukuran lubang 2mm, untuk memisahkan kerikil dan seresah sehingga diperoleh tanah yang homogeny.
2. Pengambilan dan perawatan contoh cacing tanah.
• Ambil contoh cacing endogeik pada daerah-daerah yang lembab.
• Cirri cacing tanah endogeik berwarna tbuh pucat.
• Cacing yang tertangkap dimasukan kedalam toples yang berisi tanah.
• Letakan pada laboratorium pada besek bambu berisi tanah dengan kelembaban 60% dan diberi kompos agar terjadi pertumbuhan optimal.
• Menjaga kelembaban tutup dengan karton agar cacing tidak keluar.
• Proses aklimatisasi cacing diperlukan minimal 2 minggu.
• Sebelum dimasukan dalam sangkar, cacing tanah dewasa dikeluarkan ari tanah, diletakan diatas kertas filter berisi air untuk membersihkan pencernaannya dari makanan yang bersasl dari habitatnya yang lama.
3. Persiapan sangkar
• Setiap sangkar diisi masing-masing contoh tanah kering udara sebanyak 1,8kg.
• Tambahkan kompos halus setebal 10cm.
• Tambahkan air, 2 malam sebelum cacing tanah dimasukan kedalam air + tanahnya sekitar 60% dari kapasitas lapang.
• Masukkan 5 ekor cacing dewasa persangkar.
• Letakan cacing tanah pada ruang gelap dilaboratorium agar cacing tanah aktif.
• Kelembaban tanah diatur pada kondisi 60% dari kapasitas lapang.
3.2 Alat dan Bahan serta Fungsinya, Cara kerja
Alat
o Planar cage, berfungsi untuk tempat hidup cacing.
o Kasa, berfungsi untuk menutup box.
o Botol, berfungsi untuk mengairi.
o Pengatur panjang tanah.
o Alat tulis, berfungsi untuk mendata hasil praktikum.
Bahan
o Tanah, berfungsi untuk hidup cacing.
o Kompos halus
o Cacing.
Cara kerja

3.3 Perlakuan Pada Plannar Cage (Sangkar)
1. Setiap sangkar diisi dengan tanah 1,8 kg. Bila BI tanah 1,2 g/cm3, tanah diletakkan pelan setiap 5 lapisan hingga 50 cm
2. Tambahkan kompos yang telah jadi 10 cm
3. Tambahkan air 2 malam sebelum cacing masuk, kadar air sebesar 60 %
4. Masukkan cacing
5. Letakkan pada ruang gelapdi laboratorium, agar cacing tanah aktif
6. Kelembaban diatur pada kondisi 60 % dari kapsitas lapang

Planar cage Jenis tanah Keterangan
A Andisol Dalam planar cage andisol 100%
B Entisol Dalam planar cage entisol 100%
C Andisol dan Entisol Perbandingan antara andisol dan entisol masing-masing 50%
D Andisol dan Entisol Perbandingan antara andisol dan entisol masing-masing 50%
E Andisol dan Entisol Perbandingan antara andisol dan entisol masing-masing 40% dan 60%
F Andisol dan Entisol Perbandingan antara andisol dan entisol masing-masing 40% dan 60%

Keterangan:
• Masing-masing planar cage diberi seresah pada lapisan atasnya
• Seresah merupakan campuran dari daun, ranting maupun batang tumbuhan yang telah membusuk
• Masing-masing perlakuan dilakukan 2x pengulangan
• Masing-masing planar cage diberi 5 buah cacing

BAB IV
4.1 Hasil
Jenis seresah Waktu pengamatan Ulangan Panjang liang Total Cacing awal Cacing akhir
Jumlah (ekor) Berat (gr) Jumlah (ekor) Berat (gr)
Tanah lempung berpasir H1 A1 86 290 5 - 2 1,2
Tanah pujon berliat A2 204 5 -
Tanah lempung berpasir H2 B1 203 489 5 - 4 1,6
Tanah pujon berliat B2 286 5 -
Tanah lempung berpasir H3 C1 270 588 5 - 3 5,0
Tanah pujon berliat C2 318 5 -
Tanah lempung berpasir H4 D1 371 658 5 - 4 5,0
Tanah pujon berliat D2 287 5 -
Tanah lempung berpasir H5 E1 287 653 5 - 4 1,9
Tanah pujon berliat E2 366 5 -
Tanah lempung berpasir H6 F1 358 538 5 - 1 0,8
Tanah pujon berliat F2 180 5 -

4.2 Pembahasan dan Grafik

1) Sebutkan kombinasi tanah yang manakah yang paling menguntungkan bagi cacing tanah? Mengapa, jelaskan!
Jawab:
Kombinasi tanah yang paling menguntungkan bagi cacing tanah adalah planar cage D, karena pada plannar tersebut jumlah cacingnya tetap dan biomassanya tetap. Hal ini akan menunjukan bahwa tanah yang ditempat adalah tanah yang subur dan gembur, karena cacing mendapakan sumber makanan yang cukup.
2) Apakah selama percobaan, terjadi proses pembalikan tanah oleh cacing tanah? Apakah fungsi proses pambalikan lapisan tanah bagi ekosistem tanah? Jelaskan!
Jawab:
Pada saat percobaan akan terjadi proses pembalikan tanah yang dilakukan oleh cacing tanah, karena pada masing-masing plannar, lapisan tanah yang berada dibawah akan berkurang. Dengan demikian, telah terjadi distribusi bahan organik dan partikel tanah serta seresah-seresah pada lapisan atas yang akan masuk ke lapisan paling bawah dan kemudian cacing akan memperoleh makanan selama proses tersebut. Sehingga terjadilah proses pembalikan tanah. Fungsi dari pembalikan tanah yang dilakukan oleh cacing tanah adalaha sangat bermanfaat, dimana bagi ekosistem akan terjadi pertukaran udara antara udara diatmosfer dengan udara didalam tanah dan akan menghasilkan kesuburan tanah. Cacing tanah juga dapat menigkatkan daya serap air permukaan. Lubang-lubang yang dibuat oleh cacing tanah meningkatkan konsentrasi udara dalam tanah. Disamping itu pada saat musim hujan lubang tersebut akan melipatgandakan kemampuan tanah menyerap air. Secara singkat dapat dikatakan cacing tanah berperan memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah agar tetap gembur. Kemelimpahan cacing tanah pada suatu lahan dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik, keasaman tanah, kelembaban dan suhu atau temperatur. Cacing tanah akan berkembang dengan baik bila faktor lingkungan tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
BAB V
5.1 Kesimpulan
• Cacing tanah adalah organisme tanah yang lebih aktif pada malam hari, hidup pada tanah yang lembab dengan sirkulasi ucacing tanah udara yang bagus.
• Faktor yang mempengaruhi cacing tanah adalah:
a. Cahaya (Temepratur)
b. Tekstur tanah
c. Bahan organik tanah
d. Kelembaban tanah
e. Keasaman tanah (PH)
f. Aerasi tanah
• Secara ekologi, cacing tanah dibagi dalam 3 kelompok, yaitu:
a. Epigeik
b. Anesik
c. Endogeik
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2010. Glosarium. http:// Tanah. Litbang. Deptan. Go.id/ dokumentasi / buku/ pupuk 14. Pdt. Diakses 6 Desembern2010.
Anonymous. 2010. Cacing. http:// iptek. Net. Id/ ind/ warintek/ ? mnu 6A + 19. Diakses tanggal 6 Desember 2010.
Handayanto, E & Khairih. 2007. Biologi Tanah; landasan pengolahan lahan sehat. Malang; Pustaka Adipura.
Hardjowigeno, sarwono. 1987. Ilmu Tanah. Jakarta; PT MEDIYATAMA SARANA PERKASA.
Hardjowigeno, sarwono. 2003. Klasifikasi Tanah Dan Pedeogenesis. Jakarta; Akademika Pressindo.
Goeswono, soepardi. 1988. Sifat Dan Ciri Tanah. Bogor.
Tim Penyusun FP UB. 2010. Panduan Praktikum Dasar Ilmu Tanah. Universitas Brawijaya. Malang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar